Thursday, April 4, 2013

Dimensi , Sejarah , Teori dan Pendapat dalam Kesehatan Mental



KESEHATAN MENTAL




                                                  Oleh :
Estherita Maya Stephanie
12511504 / 2 pa 11


UNIVERSITAS GUNADARMA
2013

Berbicara mengenai kesehatan , kesehatan sendiri sebenarnya bukan hanya mengenai kesehatan fisik , olahraga dan nutrisi . Sebuah integrasi yang penuh dari fisik , mental dan kesehatan spiritual harus terpenuhi dan seimbang . Disini kita akan membahas mengenai dimensi – dimensi kesehatan yang ada yang tergolong dalam 7 dimensi , dimana dimensi-dimensi tersebut masing-masing bekerja dan berinteraksi dengan cara memberikan kontribusi terhadap kualitas hidup individu .

A.  Konsep sehat berdasarkan Dimensi Sehat:

a.    Dimensi emosi (emotional wellness)
Dimensi ini merupakan sebuah kemampuan untuk mengerti diri kita sendiri sebagai individu dan menghadapi tantangan hidup . Kemampuan dalam pengetahuan dan berbagi mengenai perasaan , entah itu marah , sedih atau stress , sedangkan mengenai harapan , cinta , kesenangan dan kebahagiaan secara produktif akan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan emosi .

b.    Dimensi intelektual (intellectual wellness)
Dimensi ini merupakan kemampuan untuk membuka pikiran ke ideologi baru dan pengalaman yang dapat diterapkan pada pengambilan keputusan personal  , interaksi kelompok dan komunitas . Keinginan untuk belajar mengenai konsep hal-hal yang baru , meningkatkan skill , dan mencari tantangan dalam mengejar keingintahuan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan intelektual .
 
c.     Dimensi sosial (social wellness)
Dasarnya sosial merupakan istilah yang berkaitan dengan orang lain di sekitar . Dimensi sosial berbicara mengenai kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain . Kemampuan kita membangun dan mempertahankan hubungan positif dengan teman , keluarga atau partner kerja berkontribusi bagi social wellness.

d.    Dimensi fisik (physical wellness)
Kemampuan untuk mempertahankan kualitas kesehatan hidup dimana fisik merupakan elemen penting yang kita butuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan dan stress fisik . Diakui bahwa perilaku kita mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental kita , maka kita harus membuat kebiasaan baru untuk hidup sehat , seperti rutin cek up , diet seimbang dan olahraga . Menghindari kegiatan destruktif yang merugikan  seperti merokok , memakai obat-obatan terlarang , dan mengkonsumsi alcohol akan menyebabkan fisik yang sehat dan optimal .

e.    Dimensi spiritual (spiritual wellness)
Kemampuan untuk membangun kedamaian dan harmonisasi dalam hidup . Kemampuan untuk membangun keselarasan antara nilai dan tindakan serta mewujudkan tujuan bersama yang mengikat satu sama lain akan menghasilkan kontribusi bagi spiritual wellness .


B.   Sejarah perkembangan Kesehatan Mental
Kesehatan mental merupakan gambaran sebuah level atau tingkatan dari psikologis seseorang . Perspektif dari holisme , kesehatan mental  mencakup kemampuan seseorang untuk menikmati hidup dan membuat keseimbangan antara aktivitas dan upaya untuk ketahanan psikologis . 
  • Sebelum tahun 1600
Orang Indian sering juga disebut penyembuh bagi orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan menjalani ritual . Kepercayaan mereka yang masih sangat kuat terhadap roh-roh sangat mempengaruhi mental mereka , dan orang yang mengalami gangguan jiwa sering dibuang dan disingkirkan oleh masyarakat .  
  • 1692
Pengaruh Kristen mulai masuk dari para imigran di eropa . Orang yang mengalami gangguan jiwa tahun-tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya , dibenci , dijauhkan atau dianggap terkena sihir
  • 1724
Cotton Mather sebagai pendeta membantah hal-hal yang berhubungan dengan sihir dan takhyul sebagai gangguan mental  . Dan pada masa ini , pengobatan medis untuk menangani kesehatan mental pun mulai diperkenalkan pada masyarakat.
  • 1820
Benjamin Rush , pengacara yang menangani masalah penyakit mental secara manusiawi . Ia juga mempublikasikan buku berjudul medical inquires dan observation upon disease of the mind .
  • 1843
Amerika telah mendirikan sekitar 24 rumah sakit dan 2000 lebih tempat tidur untuk menangani pasien yang mengalami gangguan mental .
  • 1900’n
Clifford beers memperkenalkan istilah mental hygiene .
Ia juga membaharui sistem keperawatan bagi masyarakat yang mengalami kesehatan mental . 
  • 1950
Dibentuknya NAMH (National Association of Mental Health ) untuk melanjutkan misi Beers dengan lebih jelas melalui media perantara , seperti televisi dan lainnya .

C.   Pendekatan Kesehatan Mental
Pendekatan yang digunakan dalam mempelajari kesehatan mental seseorang adalah ;
i)                  Orientasi Klasik 
Umumnya digunakan dalam ilmu kedokteran , khususnya psikiatri yang mengartikan sehat sebagai kondisi dimana ketidak adaan keluhan terhadap fisik maupu mental orang tersebut . Konteks dalam pendekatan ini tidak bisa dipisahkan dari lingkungan tempat individu itu berada .
Ukuran kesehatan mental juga dapat diukur melalui hubungan antara individu dengan orang lain disekitarnya .
ii)                Orientasi Penyesuaian diri
Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri . Penyesuaian diri merupakan dasar bagi penentu derajat kesehatan mental . Orang – orang yang tidak mampu menyesuaikan diri secara aktif , tidak realistis dan tidak stabil merupakan petunjuk bahwa rendahnya kesehatan mental  pada individu .
Beberapa dari uraian yang terdapat dalam teori Rogers , Maslow menunjukkan bahwa kepribadian yang sehat selalu ditandai dengan keinginan untuk tumbuh dan berkembang , dan realistis .
iii)             Orientasi Pengembangan Potensi
Pengembangan potensi dalam diri individu sangat dipengaruhi oleh peranan keluarga , teman sebaya , sekolah dan masyarakat . Pengembangan potensi ini dapat diukur melalui seberapa besar kreativitas nya melalui minat yang dipunyai .


D.  Teori Kepribadian Sehat menurut beberapa aliran dan tokoh
  • Aliran psikoanalisa
Sebagaimana yang kita tahu , bahwa aliran ini sangat berhubungan dengan teori-teori dari Sigmund Freud.
Freud membagi  pemikiran dalam Consiousness (kesadaran) , preconsiousness (bawah sadar) dan unconsciousness (ketidak sadaran ).
Freud juga mengemukakan dalam tidak sadar ini ada struktur kepribadian yaitu:
o   Id (das es): energi psikis yang memikirkan kesenangan saja
o   Ego(das ich) : pengawas realitas
o   Super ego(das ueber ich) : berisi kaidah-kaidah , moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya .
Kepribadian yang sehat menurutnya ialah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah dan tergantung bagaimana hasil belajar individu dalam mengatasi tekanan dan kecemasan .

  • Aliran behaviouristik
Menurut aliran ini perilaku nyata dan terukur bukan suatu perwujudan dari jiwa ataupun mental yang abstrak .
Aspek mental yang tidak memiliki bentuk fisik dan ini harus dihindari .
Kepribadian yang sehat juga harus didukung dengan mementingkan lingkungan dan menekankan pada pola tingkah laku yang nampak dengan menggunakan metode objektif .

  • Aliran Humanistik
Aliran ini sangat mementingkan diri(self) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman subjektif-individual , yang dapat menentukan tingkah lakunya secara aktual atau dapat diamati.

  •  Pendapat Gordon Allport
Konsep diri (self) merupakan suatu bagian yang penting dalam tiap pembahasan mengenai kepribadian .
Tetapi karena Allport ingin menghilangkan kontradiksi dan kekaburan yang terkandung dalam pembiacaraan tentang self , jadi Allport mengganti kata self dengan Propirium. Propirium diambil dari kata propriate atau seperti kata appropriate .
Perkembangan Propirium ini terjadi mulai dari bayi sampai adolescence yang terdiri dari 7 tingkat dan merupakan prasyarat keribadian sehat . Perkembangan kepribadian yang sehat dengan 7 kriteria tersebut ialah :
1.    Perluasan diri
Mula-mula individu berpusat pada diri sendiri , kemudian ketika bertumbuh maka diri akan bertambah luas meliputi nilai dan cita yang abstrak , atau dengan kata lain mengembangkan perhatian di luar diri .
2.    Hubungan diri yang hangat dengan orang – orang lain
Allport membagi kehangatan dalam dua bentuk yaitu kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu . Dalam kapasitas keintiman cinta dari orang-orang sehat adalah tanpa syarat , tidak melumpuhkan dan tidak mengikat . Kapasitas perasaan terharu menghasilkan kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang lain karena menerima kekurangan manusia yang sama seperti dirinya .
3.    Keamanan emosional
Sifat ini mementingkan kualitas , kualitas yang paling utama adalah penerimaan diri . Kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari yang ada di diri mereka , termasuk kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan atau kekurangan tersebut. Serta mampu menerima emosi-emosi manusia , dapat mengontrol emosi mereka sehingga tidak mengganggu aktifitas mereka .
Kualitas lainnya adalah , ‘sabar terhadap kekecewaan’ , ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan dari keinginan atau kemampuan mereka . 
4.    Persepsi realistis
Orang yang berkepribadian sehat mempunyai pandangan secara objektif , dan menerima realitas sebagaimana adanya .
5.    Keterampilan – keterampilan dan tugas-tugas
Mampu melakukan dan menyelesaikan tugas dengan dedikasi , komitmen dan keterampilan-keterampilan merupakan pencapaian kematangan dan kesehatan psikologis yang optimal .
6.    Pemahaman diri
Kepribadian yang sehat mampu mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang neurotis . Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain.
7.    Filsafat hidup yang mempersatukan
Orang-orang yang sehat mempunyai pandangan yang selalu menatap ke depan , didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana jangka panjang .
Suara hati memegang peranan khusus disini . Suara hati yang matang dan yang neurotis atau tidak matang mempunyai perbedaan , seperti ; suara hati yang tidak matang bercirikan “harus” bukan “sebaiknya”, sedangkan orang yang sehat “saya sebaiknya bertingkah laku seperti ini” . Ini  berarti suara hati yang matang merupakan suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri atau kepada orang lain.

  •   Pendapat Carl Rogers
Rogers dikenal mengembangkan model terapi client-centered . Rogers mempunyai sebutan bagi orang dengan kepribadian sehat yaitu orang yang berfungsi sepenuhnya.
Orang yang berfungsi sepenuhnya mempunyai sifat khusus , antara lain :
1.    Keterbukaan pada pengalaman
Ini merupakan lawan dari sikap defensive . Orang dengan keterbukaan pada pengalaman ini dapat mengetahui segala sesuatu tantang kodratnya , berkepribadian fleksibel , tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman yang diberi kehidupan tetapi juga menggunakannya dalam membuka kesempatan persepsi atau ungkapan baru.
2.    Kehidupan eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya ialah yang hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan .
Orang yang dapat menyesuaikan diri karena struktur diri yang terus menerus terbuka pada pengalaman – pengalaman baru.
3.    Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-impuls yang timbul seketika dan intuitif . Dan karena orang sehat ini terbuka pada pengalamannya , maka dia memiliki jalan masuk untuk seluruh informasi yang ada dalam situasi untuk membuat suatu keputusan . Ia juga akan membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi , sehingga keputusan yang diambil akan memuaskan semua segi situasi dengan baik .
4.    Perasaan bebas
Orang yang sehat psikologis mengalami kebebasan untuk bertindak dan memilih , tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternative pikiran dan tindakan .
Orang ini juga memiliki suatu perasaan berkuasa terhadap kehidupannya dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya .
5.    Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif.
Orang-orang yang kreatif dan spontan tidak terkenal karena konformitas atau penyesuaian diri yang pasif terhadap tekanan-tekanan sosial dan kultural , mereka juga tidak menghiraukan nkemungkinan tingkahlaku mereka diterima atau tidak , tetapi mereka umumnya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari situasi khusus .

  • Pendapat Abraham Maslow
Manusia memiliki dorongan-dorongan kepribadian yang sehat dan pada dasarnya semua manusia memilikikecenderungan untuk mengaktualisasikan diri .
Teori Maslow yang terkenal mengenai kepribadian adalah mengenai 5 kebutuhan dasar pada manusia , tiap kebutuhan yang rendah telah terpuaskan maka individu akan mencapai tingkat berikutnya dan berakhir pada tingkat aktualisasi diri .
Pertama , kebutuhan – kebutuhan fisiologis , adalah kebutuhan yang jelas terhadap makanan , haus dan seks . Pemuasan akan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup seorang manusia .
Apabila kebutuhan tersebut telah terpenuhi dengan baik , maka kita didorong oleh kebutuhan kedua rasa aman , kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan jaminan , stabilitas , perlindungan , ketertiban , dan bebas dari ketakutan dan kecemasan .
Selanjutnya manusia akan didorong untuk memuaskan kebutuhan selanjutnya yaitu mencintai dan dicintai , setelah itu berhasil , kita akan membutuhkan perasaan butuh akan penghargaan , baik itu dari orang lain maupun penghargaan terhadap diri sendiri . Penghargaan dari luar dapat berupa reputasi , status , popularitas , prestise atau keberhasilan dalam masyarakat .
Akhirnya , ketika keempat kebutuhan itu terpenuhi , maka semua manusia akan mencoba mencapai kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri , dimana ini merupakan tingkatan paling tinggi dan mengunakan seluruh bakat , kualitas dan kapasitas yang ada dalam diri kita .

  •  Pendapat Erich Fromm
From berpendapat bahwa kesehatan psikologi sama berharganya dengan sebuah kebahagiaan yang pernah kita dapati . Baginya orang – orang yang sehat memuaskan kebutuhan psikologisnya secara kreatif dan produktif .
5 kebutuhan dari dikotomi kebebasan dan keamanan menurut Fromm ;
o   Hubungan
Cara yang sehat untuk berhubungan dengan dunia ialah melalui cinta , dengan cinta rasa kebebasan dan keamanan akan terpuaskan .
Disini bukan hanya membicarakan cinta yang erotis melainkan hubungan cinta yang sering kita lihat antara ibu dengan anak atau cinta kepada diri sendiri .
o   Transdensi
Fromm mengemukakan dalam perbuatan menciptakan anak , ide,kesenian atau barang-barang material , manusia sedang mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan eksidental dan dengan ini akan mencapai perasaan akan maksud dan kebebasan .
o   Berakar
Cara yang ideal , dengan membangun suatu perasaan persaudaraan sesama umat manusia , suatu perasaan keterlibatan , cinta dan partisipasi dalam masyarakat .
Perasaan solidaritas akan memuaskan kebutuhan ini untuk berakar , berkoneksi dan berhubungan dengan dunia .
o   Perasaan identitas
Kebutuhan manusia akan perasaan identitas sebagai individu yang unik , hal perasaan tentang dia , siapa dan apa adalah sangat penting .
Cara untuk memuaskannya adalah dengan individualitas , ini akan mengakibatkan berkembangnya kepribadian mereka dengan mengontrol kehidupan mereka sendiri .
o   Kerangka orientasi
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran , yang digunakan orang untuk mengembangkan suatu gambaran yang realistis dan objektif tentang dunia .

From juga memberikan gambaran mengenai kodrat kepribadian sehat , sebagai berikut :
o   Orientasi Produktif , mempunyai konsep yang sama dengan kepribadian yang matang menurut Allport .
-         Cinta yang produktif ; hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana partner-partner dapat mempertahankan individualitas mereka .
-         Pikiran yang produktif ; meliputi kecerdasan , pertimbangan , dan objektivitas .
-         Kebahagiaan ;  suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif , kebahagiaan itu sendiri menyertai seluruh kegiatan produktif  .
-         Suara hati ; dibagi dua , suara hati otoriter yang merupakan penguasa dari luar yang diinternalisasi juga memimpin tingkah laku orang tersebut . Sedangkan suara hati humanistis berasal dari diri bukan dari perantara dari luar
o   Orientasi reseptif , merupakan penerima – penerima yang pasif dalam hubungannya dengan orang lain .
o   Orientasi eksploitatif , orang yang diatur dari sumber luar , bukan menunggu menerima  tetapi terdorong mengambil sesuatu dari orang dengan kekerasan dan tipu muslihat .
o   Orientasi penimbunan , orang – orang yang tidak mengharapkan dari luar dan juga tidak menerima dan mengambil
o   Orientasi pemasaran , kepribadian atau diri hanya dinilai sebagai suatu barang dagangan yang dijual atau ditukar untuk sebuah keberhasilan , kita dapat melihat fenomena ini dalam masyarakat kapitalis seperti yang ada di Amerika serikat .


 Sumber-sumber
  •  Schultz, D.(1991).Psikologi Pertumbuhan: Model –model Kepribadian Sehat.Alih Bahasa: Yustinus.Yogyakarta:Kanisius
  •  Hall, Callvin S.(1993).Psikologi Kepribadian 2: Teori-Teori behavioristik.Alih Bahasa: Supratiknya.Yogayakarta:Kanisius
  • Hall, Callvin S.(1993).Psikologi Kepribadian 3: Teori-Teori Holistik. Alih Bahasa: Supratiknya.Yogyakarta:Kanisius

Wednesday, January 30, 2013

Hakikat Teori (Kepribadian)

Membahas mengenai teori , kita harus mengetahui dulu secara jelas apa sih itu teori ?..
Teori merupakan bentuk hipotesis yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti . Jadi kalau teori itu terbukti maka baru bisa kita sebut itu sebagai fakta .
Pertanyaan berikutnya, apa sih yang dilakukan oleh teori itu sendiri ?
I) Pertama , yang paling penting teori itu membimbing ke arah pengumpulan atau observasi atas hubungan empiris relevan yang belum diamati .
Teori bisa diibaratkan sebuah dapur penggilingan , mengasah pernyataan empiris yang selanjutnya dapat dikonfirmasi atau tolak dengan bukti empiris yg dikontrol sebagaimana semestinya.
Teori juga merupakan asumsi yang penerimaannya atau penolakan ditentukan oleh kegunaan , bukan benar atau palsunya .. komponen dari kegunaan yaitu : verifiabilitas (kapasitas suatu teori untuk menghasilkan prediksi-prediksi yang terbukti benar jika data empirisnya yang relevan berhasil dikumpul) , ketuntasan / comprehensiveness (jangkauan atau kelengkapan derivasi)

II) Kedua , teori memberikan kemungkinan terjadinya pemanduan temuan-temuan empiris tertentu ke dalam suatu kerangka yang secara logis dan konsisten dan cukup sederhana .

III) Ketiga , menghindarkan pengamat menjadi bingung oleh kompleksnya peristiwa alami/konkret .

Teori Kepribadian dan sejarah psikologi
Langkah pertama kita memeriksa sejumlah sumber pengaruh yang relatif baru terhadap teori kepribadian , yang antara lain adalah :
a. tradisi Observasi klinis , oleh Charcot n' Janet , Freud , Jung , McDougall , mereka paling banyak menentukan hakikat teori kepribadian melebihi satu faktor tunggal lain manapun .
b. tradisi Gestalt , oleh William Stern , segi pandangan ini sangat melekat dalam teori kepribadian
c. Psikologi eksperimental , dari gerakan ini telah muncul banyak perhatian besar terhadap penelitian empiris yang dikontrol dengan teliti serta pengetehuan yang lebih baik terhadap bagaimana mengubah tingkah laku .
d. tradisi psikometrik , berfokus pada pengukuran dan penelitian tentang perbedaan individu.

Sesuai dengan apa yang telah dibicarakan , ada dua generalisasi/kesimpulan yang dapat kita tarik tentang teori kepribadian ini , yaitu :
* Teori kepribadian telah memainkan peranan disiden atau pembangkang dalam perkembangan psikologi .
Faktanya bahwa teori kepribadian tidak pernah tertanam mengakar dalam aliran utama psikologi akademik yang memiliki beberapa implikasi penting
* Teori kepribadian memiliki orientasi fungsional . Memusatkan perhatian pada persoalan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup individu .

Atribut - atribut teori kepribadian
atribut-atribut ini mennyangkut segi formal dan substansi teori itu sendiri
- atribut formal
Persoalan tentang kejelasan dan kekspilisitan sangat penting disini .
Masalah seberapa jelas dan tepat asumsi / konsep yang terkandung di dalamnya yang membentuk teori yang disajikan .
- atribut substansi
atribut ini netral bekaitan dengan baik dan buruk dan hanya mencerminkan asumsi - asumsi khusus tentang tingkah laku yang dianut sebuah teori .

Nah , demikian sekilas tentang teori .
penjelasan ini dikutip dari buku teori psikodinamik oleh Calvin S.Hall n Gardner Lindsey :) 

Sunday, January 27, 2013

PSIKOLOGI KESEHATAN

A.   Definisi
Psikologi kesehatan adalah bagian dari psikologi klinis, yang memfokuskan pada kajian dan fungsi kesehatan individu terhadap diri dan lingkungannya, termasuk penyebab dan faktor-faktor yang terkait dengan problematika kesehatan individu.
Psikologi Kesehatan menurut Matarazzo (1980, dalam Ogden: 1996) adalah suatu agregat dari specific educational, dan kontribusi scientific professional, dari disiplin psikologi, untuk memajukan atau memelihara  kesehatan, termasuk juga didalamnya penanganan penyakit dan aspek-aspek lain yang terkait dengannya.
B.   Sejarah
Dimulai pada tahun 1904 ; Stanley Hall mulai memunculkan konsep hubungan psikologi dengan kesehatan .
1911 ; APA (American Psychologycal Association) mulai mendiskusikan peran psikologi dalam pendidikan medis .
1922 ; William James, menekankan kembali pentingnya psikologi dalam permasalahan kesehatan .
1970’an ; tumbuh minta pada penelitian psikologi kesehatan serta mulai meningkatnya penderita penyakit degeneratif .
1978 ; psikologi kesehatan diakui APA .
1982 ; terbit jurnal Health Psychology .
1984 ;  di La Havana, Cuba diselenggarakan symposium internasional tentang psikologi kesehatan .

C.    Tujuan
Beberapa tujuan dibentuknya cabang ilmu klinis khusus mengenai kesehatan , antara lain :
·         Mengevaluasi tingkah laku dalam etiologi penyakit 
o    Memprediksi tingkah laku tidak sehat
o    Memahami peran psikologi dalam experience of illness (pengalaman sakit)
o    Mengevaluasi peran psikologi dalam treatment (pengobatan)
o    Selain itu, teori-teori psikologi juga dapat dimanfaatkan dalam mempromosikan tingkah laku sehat dan mencegah sakit / munculnya penyakit dalam skala individu maupun yang lebih luas (kelompok, komunitas maupun masyarakat)

D.   Metode Intervensi
Ada tiga metode intervensi dalam klinis khusus kesehatan ini :
·        Metode pendidikan individual
Dalam pendidikan kesehatan, metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru, atau seseorang yang telah mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Bentuk pendekatan antara lain:
1.      Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling) --- Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif, setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek, dan dibantu penyelesaiannya.
2.     Interview (wawancara) --- Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi.
·        Metode pendidikan kelompok
Dalam memilih pendidikan kelompok, harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Untuk kelompok yang besar, metodenya akan lain dengan kelompok kecil. Efektivitas suatu metode akan tergantung pula pada besarnya sasaran pendidikan.
1.      Kelompok besar: penyuluhan lebih dari 15 orang, dengan metode antara lain (a) Ceramah: metode yang baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. (b) Seminar : metode ini sangat cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah keatas. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari satu ahli dari beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat dmasyarakat.
2.     Kelompok kecil: apabila peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang. Metode-metode yang cocok yaitu diskusi kelompok, curah pendapat (brain storming), bola salju (snow balling), kelompok kecil-kecil (bruzz group), role play (memainkan peranan) dan permainan simulasi (simulation game)
·        Metode pendidikan massa (public)
Metode pendidikan (pendekatan) massa untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau public, maka cara yang paling tepat adalah pendekatan massa. Tanpa membedakan golongan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status social, tingkat pendidikan dan sebagainya.
Pada umumnya bentuk pendekatan (cara) massa ini tidak langsung. Biasanya mengguanakan atau melalui media massa. Beberapa contoh metode antara lain ceramah umum (public speaking), pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik tv maupun radio, simulasi, tulisan-tulisan di majalah atau Koran dan bill board yang di pasang di pnggir jalan, spanduk poster dan sebagainya. (Notoatmodjo, 2005)



E.    Tingkah laku yang Berkaitan dengan Kesehatan 
  • Kebiasaan yang merugikan kesehatan (health impairing habits) yang juga disebut “behavioural pathogens” seperti merokok, memakan makanan berlemak, atau
  •  Tingkah laku yang menunjang kesehatan (health-protective behaviours), atau “behavioural immunogens” seperti mengikuti pemeriksaan kesehatan dan mengikuti kegiatan olah raga secara aktif.

Ø Seven Health Practices
1.      Tidur tujuh sampai delapan jam setiap hari 
2.     Hampir setiap hari sarapan 
3.     Tidak ngemil diantara jam makan yang satu ke yang berikutnya
4.     Bobot tidak melampaui limit batas gemuk 
5.     Tidak merokok 
6.    Mengkonsumsi alkohol tidak berlebih 
7.     Melakukan aktivitas fisik secara teratur
8.     Mengendalikan stress
9.    Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan, misalnya tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks.


Ø Perilaku Sakit (Illness behavior)
Perilaku sakit ini mencakup respons seseorang terhadap sakit dan penyakit, persepsinya terhadap sakit, pengetahuan tentang : gejala dan penyebab penyakit, dan sebagainya
Penyebab sakit antara lain :
·         Penyebab karena Bio (virus, bakteri, luka)
·         Psiko (tingkah laku, belief, coping, stress, pain) 
·         Sosial (kelas sosial, etnis, pekerjaan).
Individu tidak dipandang semata-mata sebagai korban penyakit, namun juga ikut bertanggungjawab terhadap kondisi sakitnya.
Ø Perkembangan Tantangan Psikologi Kesehatan 
·         Sasaran/Target : Masyarakat (umumnya wanita dan masyarakat “miskin”) --- Pengembangan Komunitas 
·         Imunisasi Perilaku : Konselor dan Sebaya/Komunitas 
·         Kaitan kesehatan dengan hukum : Hukum Kesehatan





DAFTAR PUSTAKA

Tuesday, January 15, 2013

Fenomena Tes Psikologi Online

        Alat tes psikologi umumnya adalah perangkat test yang bisa kita gunakan untuk menjelaskan tentang perilaku , kemampuan , kepribadian dan berbagai kecenderungan dari seseorang dengan menggunakan skala dan penggolongan tertentu . Yang diukur adalah atribut psikologi dari dimensi tingkah laku individu dan ketepatan dalam pengukuran ini punya kesulitan yang cukup besar karena atribut psikologi itu sendiri bersifat abstrak.
      Seiring dengan perkembangan jaman , tekhnologi pun menjadi acuan dalam mempermudah akses manusia dalam menjalin komunikasi , sehingga bukan hal yang sulit juga dalam menemukan alat test psikologi yang dapat kita kunjungi secara online bahkan free tanpa biaya .

      Karena sifat atribut psikologi yang abstrak itu , maka umumnya psikolog akan menemukan kesulitan yang cukup besar pula pada pengukuran sistem online .
Ini merupakan dampak negatif dari alat test psikologi online , dimana klien hanya mengandalkan internet dalam berkonsultasi , akan memungkinkan banyaknya kendala dan hasil yang tidak akurat dan sesuai seperti yang diinginkan .
Dampak positifnya orang akan lebih mudah dan hemat dalam melakukan test psikologi . mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengar alasan mereka yang sibuk dan idak ada waktu , selain itu faktor emosi dan malu yang ada dalam diri individu dapat menjadi alasan mengapa mereka ingin melakukan test secara online tanpa harus berhadapan langsung dengan psikolog .

Dibawah ini merupakan beberapa contoh website dengan test psikologi online tanpa dipungut biaya :
a. http://www.colorquiz.com/
b. http://www.signalpatterns.com/


Daftar Pustaka
http://www.gicara.com/
http://www.psychologymania.com/