- Menjelaskan model pertukaran sosial dan analisis interpersonal
Model pertukaran sosial (social exchange model) memandang hubungan interpesonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan satu dengan yang lain karena mengharapkan sesuatu yang akan dapat memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka utama dari model ini, menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut :
"Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya."
Ganjaran, biaya, laba, dan tingkat pebandingan merupakan empat konsep pokok dalam teori ini. Ganjaran dalam hal ini bersifat positif, seperti halnya uang dalam bentuk gaji, penerimaan sosial atau dukungan terhadap diri individu.
Analisis transaksional merupakan teori kepribadian dan interaksi sosial yang dikembangkan oleh Eric Berne pada tahun 1961 dalam buku Transactional Analysis in Psychotherapy. Berne mengemukakan istilah ini bukan dengan istilah psikologi, satuan dasar dari perilaku tersebut ialah transaksi. Transaksi terjadi ketika seseorang memberitahu orang lain tentang informasi lewat kata-kata dan tindakan dan orang lain tersebut merespon.
dengan kata lain, transaksi itu berisi stimulus , suatu bentuk penyampaian dan kemudian orang tersebut merespon.
Tujuan dari analisis transaksional ini adalah otonomi yang diartikan sebagai kepedulian, spontanitas dan kemampuan untuk akrab/kedekatan. Analisis transaksional dapat terjadi pada komunikasi verbal maupun nonverbal, tekananan analisis transaksional menekankan pada komunikasi positif. - Pembentukan kesan dan ketertarikan interpersonal dalam memulai hubungan
Ellen Berscheid (Berscheid, 1985; Berscheid & Peplau 1983; Berscheid & Reis, 1998) memberikan analisisnya mengenai apa yang membuat orang-orang dari berbagai usia merasa bahagia, dari daftar jawaban yang ada, yang tertinggi atau mendekati tertinggi adalah membangun dan mengelola persahabatan dan memiliki hubungan yang positif serta hangat dengan orang lain disekitarnya. Tidak adanyanya hubungan yang bermakna dengan orang-orang lain akan membuat individu merasa kesepian, kurang berharga, putus asa, tak berdaya, dan keterasingan.
Seorang ahli Psikologi Sosial, Arthur Aron juga menyatakan bahwa motivasi utama manusia adalah ’ekspresi diri’ (self expression). Penyebab ketertarikan ini awalnya dimulai dari rasa suka hingga rasa cinta yang berkembang menuju hubungan yang lebih erat, hal ini meliputi :- aspek kedekatan: proximity dan propinquity effect (semakin sering kita melihat dan berinteraksi dengan seseorang, maka semakin besar kemungkinan kita akan bersahabat dengan orang tersebut)
- adanya kesamaan : semakin kita mengenal seseorang tentu saja kita akan banyak mengetahui tentang orang tersebut. peneliti membagi hal ini dalam dua situasi sosial, closed field situation(situasi yang mendorong seseorang untuk melakukan interkasi, contoh dalam perkantoran) dan open field situation (keadaan dimana seseorang bebas menentukan ingin berinteraksi atau tidak).
dalam hubungan percintaan, biasanya akan ditemukan banyak bentuk kesamaan seperti dalam hal kesamaan opini , dan kepribadian, minat maupun pengalaman. - kesukaan timbal balik
Kita semua merasa senang disukai. Hal ini cukup kuat menimbulkan ketertarikan, tanpa harus ada kesamaan. Kesukaan timbal-balik kadang terjadi karena self-fulfilling prophecy. Hal ini ditunjukkan dalam eksperimen yang dilakukan oleh Curtis dan Miller (1986) dengan subjek mahasiswa. - ketertarikan akan fisik dan rasa suka.
Daya tarik fisik merupakan hal yang menentukan kesan pertama baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa dibanding perempuan, laki-laki menilai daya tarik fisik lebih penting. Hasil penelitian meta-analisis (penelitian yang menganalisis lebih lanjut berbagai hasil penelitian yang topiknya sama) yang dilakukan oleh Feingold, 1990) menunjukkan bahwa bila yang diukur sikapnya, dibanding pada perempuan pada umumnya laki-laki menilai penampilan fisik leih penting; bagaimanapun juga bila yang diukur adalah perilaku aktual, antara laki-laki dan perempuan memberikan respon yang sama terhadap daya tarik fisik pihak lain.
- Model peran , konflik, adequancy peran , autensitas dalam hubungan peran
Role Model atau model peran adalah Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.
Konflik Konflik dalam pembahasan hubungan interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena adanya perbedaan kepentingan atau keinginan. Hal ini biasanya terjadi pada dua orang yang mempunyai perbedaan status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang sangat penting dalam perilaku organisasi.
Adequancy peran serta autentisitas dalam hubungan peranKecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada ketentuan dan harapan peran yang menjelaskan apa yang individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut. - Intimasi dan hubungan pribadi
Pendapat beberapa ahli mengenai intimasi, di antara lain yaitu :
a) Shadily dan Echols (1990) : intimasi sebagai kelekatan yang kuat yang didasarkan oleh saling percaya dan kekeluargaan.
b) Sullivan (Prager, 1995) : intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain.
c) Steinberg (1993) : berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.
d) Levinger & Snoek (Brernstein dkk, 1988) : intimasi merupakan suatu bentuk hubungan yang berkembang dari suatu hubungan yang bersifat timbal balik antara dua individu. Keduanya saling berbagi pengalaman dan informasi, bukan saja pada hal-hal yang berkaitan dengan fakta-fakta umum yang terjadi di sekeliling mereka, tetapi lebih bersifat pribadi seperti berbagi pengalaman hidup, keyakinan-keyakinan, pilihan-pilihan, tujuan dan filosofi dalam hidup. Pada tahap ini akan terbentuk perasaan atau keinginan untuk menyayangi, memperdulikan, dan merasa bertangung jawab terhadap hal-hal tertentu yang terjadi pada orang yang dekat dengannya.
e) Atwater (1983) : intimasi mengarah pada suatu hubungan yang bersifat informal, hubungan kehangatan antara dua orang yang diakibatkan oleh persatuan yang lama. Intimasi mengarah pada keterbukaan pribadi dengan orang lain, saling berbagi pikiran dan perasaan mereka yang terdalam. Intimasi semacam ini membutuhkan komunikasi yang penuh makna untuk mengetahui dengan pasti apa yang dibagi bersama dan memperkuat ikatan yang telah terjalin. Hal tersebut dapat terwujud melalui saling berbagi dan membuka diri, saling menerima dan menghormati, serta kemampuan untuk merespon kebutuhan orang lain (Harvey dan Omarzu dalam Papalia dkk, 2001).
Bentuk-bentuk intimasi dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti hubungan persaudaraan, persahabatan hingga percintaan. Berikut penjelasan mengenai bentuk-bentuk hubungan intim tersebut:
1. PersaudaraanHubungan inti ini didasarkan pada hubungan darah. Hubungan intim interpersonal dalam persaudaraan terdapat hubungan inti seperti dalam keluarga kecil. Pada persaudaraan itu di dalamnya terkandung proximity dan keakraban.2. PersahabatanPersahabatan biasanya dialami oleh dua individu yang didasarkan pada banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara mereka.3. PercintaanPersahabatan antara pria dan wanita bisa berubah mejadi cinta, ketika dua individu itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan, dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta. - Intimasi dan pertumbuhan
Menurut Crooks & baur, (1983) ada beberapa tahapan perkembangan terjadinya intimasi, yaitu sebagai berikut :
- Penerimaan diri
Erikson dalam Crooks & Baur, (1983) percaya bahwa penerimaan diri yang positif adalah suatu persyaratan untuk suatu hubungan yang memuaskan. Dengan perasaan positif, individu yang dapat menerima diri dapat menjadi fondasi untuk menjalin intimasi di dalam hubungan.
-
Saling berinteraksi
bila ada interaksi yang berjalan antara dua individu maka hal tersebut dapat menjadi dasar yang baik dalam suatu hubungan yang positif. - Memberi tanggapan
Berbagai jenis respon atau tanggapan tertentu misalanya dengan individu saling mendengarkan, mengerti dan memahami maka keharmonisan dan kelestarian hubugan akan tetap terpelihara. - Perhatian
Perhatian yang dicurahkan oleh individu dapat memotivasi pasangan dan menjaga kesejahteraan hubungan. - Rasa saling percaya bahwa pasangan akan berlaku secara konsiten, berusaha membina pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas hubungan, maka keutuhan hubungan akan selalu terjaga.
- Kasih sayang pengintepretasian kasih sayang kepada pasangan dapat meningkatkan jalinan intimasi antara satu sama lain.
- Kemampuan untuk bergembira bersama pasangan
Individu dapat mengutarakan kegembiraan dan kesenangan dengan cara menghabiskan waktu senggang bersama-sama. - Berhubungan seksual
terkadang sepasang kekasih melakukan hal ini untuk mengekspresikan perasannya, namun jika melakukannya tanpa melalui tahapan-tahapan sebelumnya maka akan terjadi kedekatan emosional diantara keduanya.SUMBER :http://kk.mercubuana.ac.id/files/42013-2-853357679711.dochttp://shafashan15.blogspot.com/2012/04/hubungan-interpersonal.htmlhttp://www.sarjanaku.com/2013/01/pengertian-peran-definisi-menurut-para.html
http://nilam.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30402/BAB+10.+DAYA+TARIK+INTERPERSONAL.pdf
- Penerimaan diri
Sunday, June 2, 2013
Hubungan Interpersonal
Thursday, May 2, 2013
Fenomena yang Berkaitan dengan Psikologi
Banyak fenomena yang terjadi baru-baru ini dalam masyarakat yang erat kaitannya dengan teori psikologi. Dalam penulisan ini saya akan mengambil contoh dalam bidang psikologi pendidikan.
Kasus yang sedang marak tahun ini sepertinya mengenai Ujian Nasional.
Ujian Nasional yang diadakan pemerintah tahun 2013 ini, merupakan catatan sejarah terburuk yang pernah ada dalam bidang pendidikan. Mengapa ?
Ujian Nasional yang diadakan pemerintah tahun 2013 ini, merupakan catatan sejarah terburuk yang pernah ada dalam bidang pendidikan. Mengapa ?
Karena pada awalnya niat awal pemerintah dengan mencoba melaksanakan ujian menggunakan 20 paket soal yang berbeda ini , memang dirasakan sangat sulit bagi para peserta. Kecemasan bertambah ketika banyak soal yang tersebar tidak merata di seluruh provinsi. Dan media pun menyelidiki kasus-kasus ini , setelah beberapa hal yang diselidiki, banyak kejanggalan yang dirasakan dan ini banyak diasumsikan masyarakat sebagai tindakan yang berkaitan dengan perilaku korupsi pada oknum-oknum yang terlibat.
Pelaksanaan ujian akhir di berbagai tingkatan pendidikan setiap akhir tahun ajaran, seringkali memunculkan pro-kontra kegunaannya. Perdebatan dan kritik makin gencar. Arsip surat kabar Sinar Harapan mencatat pendapat Fuad Hassan, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan mantan Mendiknas, bahwa penilaian hasil belajar tidak hanya dilakukan dengan mengevaluasi hasil belajar, tetapi juga mencakup proses belajar mengajar yang dilakukan. Pelaksanaan UN hendaknya sebatas untuk mengetahui peta kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui UN dapat diketahui sejauh mana kurikulum secara nasional tercapai, namun bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Peningkatan kualitas pendidikan pun perlu disertai dengan peningkatan kualitas guru ketika mengajar. Kualitas pembelajaran seharusnya juga tidak dibebankan ke siswa dengan target nilai.
Para siswa di sekolah yang berfasilitas minim, bahkan jauh dari prasyarat pendidikan standar akan kesulitan menyesuaikan diri dengan standar nasional.
Akibatnya juga berdampak negatif dimana guru memberitahukan kunci jawaban kepada siswa sehingga kelulusan siswa meningkat. Hal ini secara tidak langsung akan membentuk karakter negatif pada siswa.
Pakar Psikologi Pendidikan dapat berperan dalam membantu sekolah mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan psikologi siswa sekaligus memberikan bimbingan bagi siswa yang menghadapi kendala dalam proses belajarnya, seperti menangani kecemasan siswa dalam menghadapi ujian.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada beberapa SMA di Indonesia yang memiliki program akselerasi, Guru Besar Psikologi UGM Asmadi Alsa menyimpulkan beberapa hal, diantaranya bahwa siswa akselerasi memang memperoleh percepatan dalam hal perkembangan secara kognitif, namun tidak dalam hal afektif dan psikomotoris (Pidato
Pengukuhan Prof. Asmadi Alsa dari www.ugm.ac.id). Namun begitu, aktivitas belajar yang padat dapat memacu siswa sehingga memiliki daya juang yang tinggi dalam belajar, karena memang tidak ditemukan adanya dampak negatif dari hal itu. Meski demikian, pemantauan pada semester awal menjadi amat penting dalam rangka melakukan tindakan lanjutan bagi
siswa yang ditemukan memiliki potensi tidak cukup mampu melakukan penyesuaian diri dengan tuntutan program maupun juga lingkungan akademik dan sosial yang baru (www.ugm.ac.id). Bagaimanapun, evaluasi terhadap program akselerasi di Indonesia harus terus dilakukan dari berbagai aspek. Keberhasilan akselerasi di negara lain tidaklah dapat menjadi pegangan, mengingat kondisi demografis dan sosio-kultural yang berbeda.
Pakar Psikologi Pendidikan dapat berperan dalam membantu sekolah mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan psikologi siswa sekaligus memberikan bimbingan bagi siswa yang menghadapi kendala dalam proses belajarnya, seperti menangani kecemasan siswa dalam menghadapi ujian.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada beberapa SMA di Indonesia yang memiliki program akselerasi, Guru Besar Psikologi UGM Asmadi Alsa menyimpulkan beberapa hal, diantaranya bahwa siswa akselerasi memang memperoleh percepatan dalam hal perkembangan secara kognitif, namun tidak dalam hal afektif dan psikomotoris (Pidato
Pengukuhan Prof. Asmadi Alsa dari www.ugm.ac.id). Namun begitu, aktivitas belajar yang padat dapat memacu siswa sehingga memiliki daya juang yang tinggi dalam belajar, karena memang tidak ditemukan adanya dampak negatif dari hal itu. Meski demikian, pemantauan pada semester awal menjadi amat penting dalam rangka melakukan tindakan lanjutan bagi
siswa yang ditemukan memiliki potensi tidak cukup mampu melakukan penyesuaian diri dengan tuntutan program maupun juga lingkungan akademik dan sosial yang baru (www.ugm.ac.id). Bagaimanapun, evaluasi terhadap program akselerasi di Indonesia harus terus dilakukan dari berbagai aspek. Keberhasilan akselerasi di negara lain tidaklah dapat menjadi pegangan, mengingat kondisi demografis dan sosio-kultural yang berbeda.
Stress
Stress...
banyak orang yang ketika mengalami masalah sedikit yang sebenarnya masih mampu ia hadapi , ia menyerah dan berkata , aku stress nih sama pelajaran atau tugas ..
nah , dari fenomena ini , kita akan membahas mengenai stress ..
apa sih itu stress ?
Stress adalah salah satu bentuk ketegangan fisik , psikis , mental dan emosi kita , ini disebabkan faktor ekstrenal seperti terlalu banyak masalah yang dipikirkan atau kurangnya kesadaran individu untuk menjaga kesehatan dalam menghadapi masalah.
yang menyebabkan stress pada seseorang disebut stressor dan ketegangan yang diakibatkan dalam psikologi disebut strain.
Bentuk stres ada 2 , yaitu stress positif(eustress) dan stress negatif(distress)
Para ahli mengatakan pendapatnya mengenai stress , antara lain demikian :
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau membuat aktif organisme.
sedangkan, menurut Hans Selye stress merupakan respon tubuh yang tidak spesifik terhadap apapun bentuk permintaan untuk perubahan (Taylor, 2009).
Tahapan stress menurut Hans Selye " General Adaptation Syndrom"
Hans Selye berpendapat bahwa ketika suatu organisme berhadapan dengan stresor ia akan menggerakkan dirinya untuk bertindak. Respon yang dipamerkan berupa tidak spesifik dan tergantung kepada stresor tersebut. Dari waktu ke waktu, paparan stres yang berkepanjangan dan berulang akan merugikan sistem tubuh.
Selye’s GeneralAdaptation Syndrome terdiri dari 3 tahapan:
1) Alarm response, dimana tubuh kita pertama kali bereaksi terhadap stressor
2) Stage of resistance, terjadi akibat paparan stressor secara terus menerus dan akan terjadi adaptasi
3) Stage of exhaustion, terjadi karena paparan stressor yang sama akan tetapi dalam jangka waktu yang lama , dan pada tingkat resistensi tinggi memungkinkan untuk terjadinya homeostasis.
Jika stage of exhaustion terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan berulang, Selye meyakini akan ada kelainan psikologis yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit.(Brannon & Feist, 2007).
Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya stress
Robbins (1998) mengemukakan faktor penyebab stress , sebagai berikut:
banyak orang yang ketika mengalami masalah sedikit yang sebenarnya masih mampu ia hadapi , ia menyerah dan berkata , aku stress nih sama pelajaran atau tugas ..
nah , dari fenomena ini , kita akan membahas mengenai stress ..
apa sih itu stress ?
Stress adalah salah satu bentuk ketegangan fisik , psikis , mental dan emosi kita , ini disebabkan faktor ekstrenal seperti terlalu banyak masalah yang dipikirkan atau kurangnya kesadaran individu untuk menjaga kesehatan dalam menghadapi masalah.
yang menyebabkan stress pada seseorang disebut stressor dan ketegangan yang diakibatkan dalam psikologi disebut strain.
Bentuk stres ada 2 , yaitu stress positif(eustress) dan stress negatif(distress)
Para ahli mengatakan pendapatnya mengenai stress , antara lain demikian :
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau membuat aktif organisme.
sedangkan, menurut Hans Selye stress merupakan respon tubuh yang tidak spesifik terhadap apapun bentuk permintaan untuk perubahan (Taylor, 2009).
Tahapan stress menurut Hans Selye " General Adaptation Syndrom"
Hans Selye berpendapat bahwa ketika suatu organisme berhadapan dengan stresor ia akan menggerakkan dirinya untuk bertindak. Respon yang dipamerkan berupa tidak spesifik dan tergantung kepada stresor tersebut. Dari waktu ke waktu, paparan stres yang berkepanjangan dan berulang akan merugikan sistem tubuh.
Selye’s GeneralAdaptation Syndrome terdiri dari 3 tahapan:
1) Alarm response, dimana tubuh kita pertama kali bereaksi terhadap stressor
2) Stage of resistance, terjadi akibat paparan stressor secara terus menerus dan akan terjadi adaptasi
3) Stage of exhaustion, terjadi karena paparan stressor yang sama akan tetapi dalam jangka waktu yang lama , dan pada tingkat resistensi tinggi memungkinkan untuk terjadinya homeostasis.
Jika stage of exhaustion terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan berulang, Selye meyakini akan ada kelainan psikologis yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit.(Brannon & Feist, 2007).
Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya stress
Robbins (1998) mengemukakan faktor penyebab stress , sebagai berikut:
Faktor lingkungan
Dimana perubahan yang terjadi secara tidak
pasti dalam lingkungan organisasi dapat mempengaruhi tingakat stres dikalangan
karyawan. Contohnya: keamanan dan keselamatan dalam lingkungan pekerjaan, perilaku
manejer terhadap bawahan, kurangnya kebersamaan dalam lingkungan pekerjaan.
Faktor organisasional
Seperti tuntutan tugas yang berlebihan,
tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam kurung waktu tertentu.
Faktor individual
Situasi
atau kondisi yang mempengaruhi kehidupan secara individual seperti faktor
ekonomi, keluarga dan kepribadian dari karyawan itu sendiri. Menurut Sarafino
(1994), faktor–faktor yang mempengaruhi stres kerja adalah:
- Tuntutan kerja yang terlalu tinggi, seperti pekerjaan diluar kontrol pekerja yang harus dilakukan secara berulang dan terus menerus, evaluasi lampiran kerja oleh atasan.
- Perubahan tanggung jawab dalam kerja.
- Pekerjaan yang berkaitkan dengan tanggung jawab terhadap nyawa orang lain, seperti pekerjaan tenaga medis dimana memiliki beban yang tinggi terhadap nyawa orang lain sehingga menyebabkan kelelahan psikis dan akhirnya menimbulkan stres.
- Lingkungan fisik pekerjaan yang tidak nyaman.
- Hobi interpersonal yang tidak baik dalam lingkungan kerja.
- Promosi jabatan yang tidak adekuat.
- Kontol
yang padat terhadap pekerjaan.
Kecemasan
Kecemasan adalah salah satu bentuk stres ringan. kecemasan (Anxiety) sebetulnya merupakan reaksi normal terhadap situasi yang menekan. Namun dalam beberapa kasus, menjadi berlebihan dan dapat menyebabkan seseorang ketakutan yang tidak rasional terhadap sesuatu hal. Kecemasan berbeda dengan (fobia), karena tidak spesifik untuk situasi tertentu.
Penanggulangan stres (Coping with stress)
Setiap individu memberi respon yang berbeda terhadap stres. Penanggulangan stres merupakan pikiran dan perilaku yang dibutuhkan untuk mengelola permintaan secara internal dan eksternal yang ditafsirkan sebagai stres (Folkman & Moskowitz, 2004).
Hubungan antara penanggulangan stres dengan kejadian stres adalah suatu proses dinamik (Folkman & Moskovitz, 2004). Jadi, penanggulangan stres bukan aksi yang berlaku sekali saja tetapi merupakan peristiwa yang berlangsung dari waktu ke waktu di mana individu dengan lingkungan saling mempengaruhi.
Keperibadian seseorang dapat berpengaruh terhadap cara bagaimana individu tersebut menanggulangi peristiwa yang stres.
sedangkan problem solving terhadap stress adalah menggunakan metode biofeddback, tekniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stress terlebih dahulu kemudian belajar untuk menguasainya. Tekhnik ini menggunakan serangkaian alat yang sangat rumit sebagai Feedback.Melakukan sugesti untuk diri sendiri juga dapat lebih efektif karena kita tahu bagaimana keadaan diri kita sendri. Berikan sugesti-sugesti yang positif, semoga cara ini akan berhasil ditambah dengan pendekatan secara spiritual.Untuk menigkatkan toleransi terhadap stress dapat dilakukan dengan cara menigkatkan keterampilan / kemampuan diri sendiri, baik secara fisik maupun psikis, misalnya secara psikis : menyadarkan diri sendiri bahwa stress memang selalu ada dalam setiap aspek kehidupan dan dialami oleh setiap orang, walaupun dalam bentuk dan intesitas yang berbeda. Secara fisik : mengkonsumsi makanan dan minuman yang cukup gizi, menonton acara-acara hiburan di televisi, berolahraga secara teratur, melakukan tai chi, yoga, relaksasi otot, dan sebagainya.Daftar Pustaka
-> http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
-> http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31538/4/Chapter%20II.pdf
-> http://www.psychologymania.com/2012/12/faktor-faktor-penyebab-stres-kerja.html
-> http://www.duniapsikologi.com/kecemasan-pengertian-dan-faktor-penyebabnya/
Tuesday, April 30, 2013
Penyesuaian Diri
Penelitian
psikologi mengenai Penyesuaian Diri sangat berkaitan dengan kesehetan mental,
seperti judul buku Schneiders, A. (1964). Personal Adjustment and Mental
Health. New York: Rinehart & Winston. Kabarnya buku ini hanya bisa kita
dapatkan di perpustakaan fakultas psikologi Universitas Gadjah Mada. Jauh ya :)
Penyesuaian
diri dalam istilah bahasa Inggris nya lebih dikenal dengan Personal Adjustment
, mari kita mulai membahasnya..
- Pengertian
Sebelum mengetahui lebih jelas pengertian penyesuaian diri, kita harus tau dulu nih, kata penyesuaian itu definisinya seperti apa sih ?
penyesuaian merupakan proses dimana organisme mempertahankan keseimbangan kebutuhan dan keadaan dalam kehidupannya yang mempengaruhi kepuasan pada kebutuhan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri adalah suatu bentuk konstruksi psikologi yang sebenarnya luas dan kompleks, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan luar maupun dari dalam diri individu itu sendiri. Masalah penyesuaian diri menyangkut aspek kepribadian individu dalam interaksinya dengan lingkungan dalam dan luar lingkungannya.
sedangkan Schneiders (dalam Desmita, 2009:192) mengungkapkan suatu proses yang mencakup respon mental dan tingkah laku, dimana individu berusaha untuk dapat berhasil mengatasi kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, konflik-konflik, dan frustrasi yang dialaminya, sehingga terwujud tingkat keselarasan atau harmoni antara tuntutan dari dalam diri dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan dimana ia tinggal.
- selanjutnya , apa saja
bentuk-bentuk penyesuaian diri ?
Menurut Gunarsa (dalam Sobur, 2003:529) bentuk-bentuk penyesuaian diri ada dua antara lain:
a. Adaptive
Bentuk
penyesuaian diri yang adaptif sering kita kenal dengan istilah adaptasi. Bentuk
penyesuaian diri ini bersifat jasmaniah, artinya perubahan-perubahan dalam
proses jasmaniah untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungan. Misalnya,
berkeringat setelah berolahraga , merupakan proses penyesuaian tubuh terhadap
proses metabolisme tubuh.
b. Adjustive
Bentuk
penyesuaian diri yang lain bersifat psikis yaitu penyesuaian diri tingkah laku
terhadap lingkungan yang dalam lingkungan ini terdapat aturan-aturan atau
norma. Misalnya, jika kita harus pergi ke tetangga atau teman yang tengah
berduka cita karena kematian salah seorang anggota keluarganya, sesekali kita
dapat mengekspresikan wajah sedih atau wajah duka, sebagai tanda ikut
menyesuaikan terhadap suasana sedih dalam keluarga tersebut.
Penyesuaian diri terbagi dalam dua hal :
Penyesuaian diri terbagi dalam dua hal :
Penyesuaian diri yang positif ditandai
dengan beberapa ciri antara lain :
- Tidak menunjukkan frustasi pribadi
- Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri.
- Menghargai pengalaman
- Bersikap realistik dan objektif
Penyesuaian diri yang negatif , beberapa ciri
antaranya adalah :
Ada tiga bentuk reaksi yang salah dalam
penyesuaian diri yang salah yaitu: reaksi bertahan, reaksi menyerang dan reaksi
melarikan diri.
1. Reaksi
bertahan
Dalam istilah psikologi sering disebut dengan deffense mechanism , dimana
individu yang sedang dalam keadaan tertentu yang menurut dia mengancam
eksistensinya, maka ia akan melakukan pertahanan atau individu akan
berusaha mempertahankan diri, seolah- seolah tidak menghadapi kegagalan,
ia selalu berusaha menunjukkan bahwa dirinya tidak mengalami kegagalan. contoh bentuk reaksi bertahan:
> Rasionalisasi, yaitu bertahan dengan mencari- cari alasan untuk membenarkan tindakanya
> Represi, yaitu berusaha untuk menekan pengalamannya yang dirasakan kurang enak ke alam tidak sadar. Ia berusaha melupakan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Misalnya seorang pemuda berusaha melupakan kegagalan cintanya dengan seorang gadis
> Proyeksi, yaitu melemparkan sebab kegagalan dirinya kepada pihak lain untuk mencari alasan yang dapat diterima. Misalnya seorang siswa yang tidak lulus mengatakan bahwa gurunya membenci dirinya.
> Sourgrapes”(anggur kecut),yaitu dengan memutar balikkan keadaan. Misalnya seorang siswa yang gagal mengetik mengatakan bahwa mesin tiknya rusak, padahal dia sendiri tidak bisa mengetik.
> Reaksi Menyerang
Penyesuaian diri yang salah menunjukkan tingkah laku menyerang untuk menutupi kegagalanya. Ia tidak mau menyadari kegagalanya. Reaksi- reaksinya dapat dilihat dalam tingkah laku seperti selalu membenarkan dirinya sendiri, ingin lebih dominan dalam setiap situasi, senang mengganggu orang lain, marah secara berlebihan, suka membalas dendam dsb.
> Reaksi melarikan diri
Dalam reaksi ini misalnya seseorang akan melakukan hal- hal seperti berfantasi dalam artian memuaskan keigininan yang tidak tercapai dalam bentuk angan- angan, banyak tidur, minum- minuman keras, bunuh diri, menjadi pecandu narkotika, dan regresi yaitu kembali kepada tingkah laku yang semodel dengan tingkat perkembangan yang lebih awal.
selanjutnya , apa saja yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang?
3 penyebab yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri , yaitu :
> Rasionalisasi, yaitu bertahan dengan mencari- cari alasan untuk membenarkan tindakanya
> Represi, yaitu berusaha untuk menekan pengalamannya yang dirasakan kurang enak ke alam tidak sadar. Ia berusaha melupakan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Misalnya seorang pemuda berusaha melupakan kegagalan cintanya dengan seorang gadis
> Proyeksi, yaitu melemparkan sebab kegagalan dirinya kepada pihak lain untuk mencari alasan yang dapat diterima. Misalnya seorang siswa yang tidak lulus mengatakan bahwa gurunya membenci dirinya.
> Sourgrapes”(anggur kecut),yaitu dengan memutar balikkan keadaan. Misalnya seorang siswa yang gagal mengetik mengatakan bahwa mesin tiknya rusak, padahal dia sendiri tidak bisa mengetik.
> Reaksi Menyerang
Penyesuaian diri yang salah menunjukkan tingkah laku menyerang untuk menutupi kegagalanya. Ia tidak mau menyadari kegagalanya. Reaksi- reaksinya dapat dilihat dalam tingkah laku seperti selalu membenarkan dirinya sendiri, ingin lebih dominan dalam setiap situasi, senang mengganggu orang lain, marah secara berlebihan, suka membalas dendam dsb.
> Reaksi melarikan diri
Dalam reaksi ini misalnya seseorang akan melakukan hal- hal seperti berfantasi dalam artian memuaskan keigininan yang tidak tercapai dalam bentuk angan- angan, banyak tidur, minum- minuman keras, bunuh diri, menjadi pecandu narkotika, dan regresi yaitu kembali kepada tingkah laku yang semodel dengan tingkat perkembangan yang lebih awal.
selanjutnya , apa saja yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang?
3 penyebab yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri , yaitu :
a. Lingkungan Keluarga
Lingkungan berperan penting dalam hal ini , baik itu lingkungan keluarga,
sekolah, ataupun teman sebaya. Misalnya , kehangatan dalam keluarga yang
diterima seorang anak dapat mempengaruhi perasaan dan kognitif , anak
akan merasa nyaman , dan dia akan lebih menerima disiplin-disiplin yang
diterapkan.
b. Lingkungan Sekolah
Metode atau cara mengajar yang digunakan oleh para pendidik dalam proses
belajar mengajar sangat penting , ketika seorang guru dapat menjelaskan
materi dengan santai, maka itu akan membuat pola penyesuaian diri anak
tersebut ketika menghadapi soal atau mungkin masalah diluar itu sesuai
dengan apa yang dia lihat dan terapkan dalam sekolahnya
c. Lingkungan Teman sebaya atau bermain
Teman sebaya merupakan media penting dalam kehidupan seseorang untuk
membentuk persepsi sosial seorang anak, anak yang kurang bersosialisasi,
cenderung tidak mampu melakukan penyesuaian diri yang baik terhadap
lingkungan bermainnya.
DAFTAR PUSTAKA
- http://blog.um.ac.id/rizkya/2011/12/20/konsep-penyesuaiandiri-peserta-didik-usia-sekolah-menengah/
- Alex Sobur, 2003. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia
- Desmita, 2009. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja
Rosda Karya
Thursday, April 4, 2013
Dimensi , Sejarah , Teori dan Pendapat dalam Kesehatan Mental
Oleh :
Estherita
Maya Stephanie
12511504 /
2 pa 11
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2013
Berbicara mengenai kesehatan ,
kesehatan sendiri sebenarnya bukan hanya mengenai kesehatan fisik , olahraga
dan nutrisi . Sebuah integrasi yang penuh dari fisik , mental dan kesehatan
spiritual harus terpenuhi dan seimbang . Disini kita akan membahas mengenai
dimensi – dimensi kesehatan yang ada yang tergolong dalam 7 dimensi , dimana
dimensi-dimensi tersebut masing-masing bekerja dan berinteraksi dengan cara
memberikan kontribusi terhadap kualitas hidup individu .
A. Konsep sehat berdasarkan Dimensi Sehat:
a. Dimensi emosi (emotional wellness)
Dimensi ini merupakan sebuah kemampuan untuk mengerti diri
kita sendiri sebagai individu dan menghadapi tantangan hidup . Kemampuan dalam
pengetahuan dan berbagi mengenai perasaan , entah itu marah , sedih atau stress
, sedangkan mengenai harapan , cinta , kesenangan dan kebahagiaan secara
produktif akan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan emosi .
b.
Dimensi
intelektual (intellectual wellness)
Dimensi ini merupakan kemampuan untuk membuka pikiran ke
ideologi baru dan pengalaman yang dapat diterapkan pada pengambilan keputusan
personal , interaksi kelompok dan
komunitas . Keinginan untuk belajar mengenai konsep hal-hal yang baru ,
meningkatkan skill , dan mencari tantangan dalam mengejar keingintahuan dapat
memberikan kontribusi positif bagi kesehatan intelektual .
c.
Dimensi
sosial (social wellness)
Dasarnya
sosial merupakan istilah yang berkaitan dengan orang lain di sekitar . Dimensi
sosial berbicara mengenai kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain .
Kemampuan kita membangun dan mempertahankan hubungan positif dengan teman , keluarga
atau partner kerja berkontribusi bagi social wellness.
d.
Dimensi
fisik (physical wellness)
Kemampuan untuk mempertahankan kualitas kesehatan hidup
dimana fisik merupakan elemen penting yang kita butuhkan untuk menjalankan
aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan dan stress fisik . Diakui bahwa perilaku
kita mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental kita , maka
kita harus membuat kebiasaan baru untuk hidup sehat , seperti rutin cek up ,
diet seimbang dan olahraga . Menghindari kegiatan destruktif yang merugikan seperti merokok , memakai obat-obatan
terlarang , dan mengkonsumsi alcohol akan menyebabkan fisik yang sehat dan
optimal .
e.
Dimensi
spiritual (spiritual wellness)
Kemampuan untuk membangun kedamaian dan harmonisasi dalam
hidup . Kemampuan untuk membangun keselarasan antara nilai dan tindakan serta
mewujudkan tujuan bersama yang mengikat satu sama lain akan menghasilkan
kontribusi bagi spiritual wellness .
B.
Sejarah
perkembangan Kesehatan Mental
Kesehatan
mental merupakan gambaran sebuah level atau tingkatan dari psikologis seseorang
. Perspektif dari holisme , kesehatan mental
mencakup kemampuan seseorang untuk menikmati hidup dan membuat
keseimbangan antara aktivitas dan upaya untuk ketahanan psikologis .
- Sebelum tahun 1600
Orang Indian sering juga disebut penyembuh bagi orang yang
mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan
menjalani ritual . Kepercayaan mereka yang masih sangat kuat terhadap roh-roh
sangat mempengaruhi mental mereka , dan orang yang mengalami gangguan jiwa
sering dibuang dan disingkirkan oleh masyarakat .
- 1692
Pengaruh Kristen mulai masuk dari para imigran di eropa .
Orang yang mengalami gangguan jiwa tahun-tahun ini masih sama dengan
tahun-tahun sebelumnya , dibenci , dijauhkan atau dianggap terkena sihir
- 1724
Cotton Mather sebagai pendeta membantah hal-hal yang
berhubungan dengan sihir dan takhyul sebagai gangguan mental . Dan pada masa ini , pengobatan medis untuk
menangani kesehatan mental pun mulai diperkenalkan pada masyarakat.
- 1820
Benjamin Rush , pengacara yang menangani masalah penyakit
mental secara manusiawi . Ia juga mempublikasikan buku berjudul medical
inquires dan observation upon disease of the mind .
- 1843
Amerika telah mendirikan sekitar 24 rumah sakit dan 2000
lebih tempat tidur untuk menangani pasien yang mengalami gangguan mental .
- 1900’n
Clifford beers memperkenalkan istilah mental hygiene .
Ia juga membaharui sistem keperawatan bagi masyarakat yang
mengalami kesehatan mental .
- 1950
Dibentuknya NAMH (National Association of Mental Health )
untuk melanjutkan misi Beers dengan lebih jelas melalui media perantara ,
seperti televisi dan lainnya .
C.
Pendekatan
Kesehatan Mental
Pendekatan
yang digunakan dalam mempelajari kesehatan mental seseorang adalah ;
i)
Orientasi
Klasik
Umumnya digunakan dalam ilmu kedokteran , khususnya psikiatri yang mengartikan sehat sebagai kondisi dimana ketidak adaan keluhan terhadap fisik maupu mental orang tersebut . Konteks dalam pendekatan ini tidak bisa dipisahkan dari lingkungan tempat individu itu berada .
Ukuran kesehatan mental juga dapat diukur melalui hubungan antara individu dengan orang lain disekitarnya .
Umumnya digunakan dalam ilmu kedokteran , khususnya psikiatri yang mengartikan sehat sebagai kondisi dimana ketidak adaan keluhan terhadap fisik maupu mental orang tersebut . Konteks dalam pendekatan ini tidak bisa dipisahkan dari lingkungan tempat individu itu berada .
Ukuran kesehatan mental juga dapat diukur melalui hubungan antara individu dengan orang lain disekitarnya .
ii)
Orientasi
Penyesuaian diri
Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini
lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri . Penyesuaian diri merupakan
dasar bagi penentu derajat kesehatan mental . Orang – orang yang tidak mampu
menyesuaikan diri secara aktif , tidak realistis dan tidak stabil merupakan
petunjuk bahwa rendahnya kesehatan mental
pada individu .
Beberapa dari uraian yang terdapat dalam teori Rogers ,
Maslow menunjukkan bahwa kepribadian yang sehat selalu ditandai dengan
keinginan untuk tumbuh dan berkembang , dan realistis .
iii)
Orientasi
Pengembangan Potensi
Pengembangan potensi dalam diri individu sangat dipengaruhi
oleh peranan keluarga , teman sebaya , sekolah dan masyarakat . Pengembangan
potensi ini dapat diukur melalui seberapa besar kreativitas nya melalui minat
yang dipunyai .
D. Teori Kepribadian Sehat menurut beberapa aliran dan
tokoh
- Aliran psikoanalisa
Sebagaimana yang kita tahu , bahwa aliran ini sangat
berhubungan dengan teori-teori dari Sigmund Freud.
Freud membagi
pemikiran dalam Consiousness (kesadaran) , preconsiousness (bawah sadar)
dan unconsciousness (ketidak sadaran ).
Freud juga mengemukakan dalam tidak sadar ini ada struktur
kepribadian yaitu:
o Id (das es):
energi psikis yang memikirkan kesenangan saja
o Ego(das
ich) : pengawas realitas
o Super ego(das
ueber ich) : berisi kaidah-kaidah , moral dan nilai-nilai sosial yang diserap
individu dari lingkungannya .
Kepribadian yang sehat menurutnya ialah jika individu
bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah dan tergantung bagaimana hasil
belajar individu dalam mengatasi tekanan dan kecemasan .
- Aliran behaviouristik
Menurut aliran ini perilaku nyata dan terukur bukan suatu
perwujudan dari jiwa ataupun mental yang abstrak .
Aspek mental yang tidak memiliki bentuk fisik dan ini harus
dihindari .
Kepribadian yang sehat juga harus didukung dengan
mementingkan lingkungan dan menekankan pada pola tingkah laku yang nampak
dengan menggunakan metode objektif .
- Aliran Humanistik
Aliran ini sangat mementingkan diri(self) manusia sebagai
pemersatu yang menerangkan pengalaman subjektif-individual , yang dapat
menentukan tingkah lakunya secara aktual atau dapat diamati.
- Pendapat Gordon Allport
Konsep diri (self) merupakan suatu bagian yang penting dalam
tiap pembahasan mengenai kepribadian .
Tetapi karena Allport ingin menghilangkan kontradiksi dan
kekaburan yang terkandung dalam pembiacaraan tentang self , jadi Allport
mengganti kata self dengan Propirium. Propirium
diambil dari kata propriate atau
seperti kata appropriate .
Perkembangan Propirium ini terjadi mulai dari bayi sampai
adolescence yang terdiri dari 7 tingkat dan merupakan prasyarat keribadian
sehat . Perkembangan kepribadian yang sehat dengan 7 kriteria tersebut ialah :
1. Perluasan
diri
Mula-mula individu berpusat pada diri sendiri , kemudian
ketika bertumbuh maka diri akan bertambah luas meliputi nilai dan cita yang
abstrak , atau dengan kata lain mengembangkan perhatian di luar diri .
2. Hubungan
diri yang hangat dengan orang – orang lain
Allport membagi kehangatan dalam dua bentuk yaitu kapasitas
untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu . Dalam kapasitas
keintiman cinta dari orang-orang sehat adalah tanpa syarat , tidak melumpuhkan
dan tidak mengikat . Kapasitas perasaan terharu menghasilkan kepribadian yang
matang sabar terhadap tingkah laku orang lain karena menerima kekurangan
manusia yang sama seperti dirinya .
3. Keamanan
emosional
Sifat ini mementingkan kualitas , kualitas yang paling utama adalah penerimaan diri . Kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari yang ada di diri mereka , termasuk kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan atau kekurangan tersebut. Serta mampu menerima emosi-emosi manusia , dapat mengontrol emosi mereka sehingga tidak mengganggu aktifitas mereka .
Kualitas lainnya adalah , ‘sabar terhadap kekecewaan’ , ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan dari keinginan atau kemampuan mereka .
4. Persepsi realistis
Orang yang berkepribadian sehat mempunyai pandangan secara objektif , dan menerima realitas sebagaimana adanya .
Sifat ini mementingkan kualitas , kualitas yang paling utama adalah penerimaan diri . Kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari yang ada di diri mereka , termasuk kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan atau kekurangan tersebut. Serta mampu menerima emosi-emosi manusia , dapat mengontrol emosi mereka sehingga tidak mengganggu aktifitas mereka .
Kualitas lainnya adalah , ‘sabar terhadap kekecewaan’ , ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan dari keinginan atau kemampuan mereka .
4. Persepsi realistis
Orang yang berkepribadian sehat mempunyai pandangan secara objektif , dan menerima realitas sebagaimana adanya .
5. Keterampilan
– keterampilan dan tugas-tugas
Mampu melakukan dan menyelesaikan tugas dengan dedikasi , komitmen dan keterampilan-keterampilan merupakan pencapaian kematangan dan kesehatan psikologis yang optimal .
Mampu melakukan dan menyelesaikan tugas dengan dedikasi , komitmen dan keterampilan-keterampilan merupakan pencapaian kematangan dan kesehatan psikologis yang optimal .
6. Pemahaman
diri
Kepribadian yang sehat mampu mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang neurotis . Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain.
Kepribadian yang sehat mampu mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang neurotis . Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain.
7. Filsafat
hidup yang mempersatukan
Orang-orang yang sehat mempunyai pandangan yang selalu menatap ke depan , didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana jangka panjang .
Suara hati memegang peranan khusus disini . Suara hati yang matang dan yang neurotis atau tidak matang mempunyai perbedaan , seperti ; suara hati yang tidak matang bercirikan “harus” bukan “sebaiknya”, sedangkan orang yang sehat “saya sebaiknya bertingkah laku seperti ini” . Ini berarti suara hati yang matang merupakan suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri atau kepada orang lain.
Orang-orang yang sehat mempunyai pandangan yang selalu menatap ke depan , didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana jangka panjang .
Suara hati memegang peranan khusus disini . Suara hati yang matang dan yang neurotis atau tidak matang mempunyai perbedaan , seperti ; suara hati yang tidak matang bercirikan “harus” bukan “sebaiknya”, sedangkan orang yang sehat “saya sebaiknya bertingkah laku seperti ini” . Ini berarti suara hati yang matang merupakan suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri atau kepada orang lain.
- Pendapat Carl Rogers
Rogers dikenal mengembangkan model terapi client-centered .
Rogers mempunyai sebutan bagi orang dengan kepribadian sehat yaitu orang yang
berfungsi sepenuhnya.
Orang yang berfungsi sepenuhnya mempunyai sifat khusus ,
antara lain :
1. Keterbukaan
pada pengalaman
Ini merupakan lawan dari sikap defensive . Orang dengan
keterbukaan pada pengalaman ini dapat mengetahui segala sesuatu tantang
kodratnya , berkepribadian fleksibel , tidak hanya mau menerima
pengalaman-pengalaman yang diberi kehidupan tetapi juga menggunakannya dalam
membuka kesempatan persepsi atau ungkapan baru.
2. Kehidupan
eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya ialah yang hidup sepenuhnya
dalam setiap momen kehidupan .
Orang yang dapat menyesuaikan diri karena struktur diri yang
terus menerus terbuka pada pengalaman – pengalaman baru.
3. Kepercayaan
terhadap organisme orang sendiri
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut
impuls-impuls yang timbul seketika dan intuitif . Dan karena orang sehat ini
terbuka pada pengalamannya , maka dia memiliki jalan masuk untuk seluruh
informasi yang ada dalam situasi untuk membuat suatu keputusan . Ia juga akan
membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi ,
sehingga keputusan yang diambil akan memuaskan semua segi situasi dengan baik .
4. Perasaan
bebas
Orang yang sehat psikologis mengalami kebebasan untuk
bertindak dan memilih , tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternative
pikiran dan tindakan .
Orang ini juga memiliki suatu perasaan berkuasa terhadap
kehidupannya dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya .
5. Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif.
Orang-orang yang kreatif dan spontan tidak terkenal karena
konformitas atau penyesuaian diri yang pasif terhadap tekanan-tekanan sosial
dan kultural , mereka juga tidak menghiraukan nkemungkinan tingkahlaku mereka diterima
atau tidak , tetapi mereka umumnya dapat menyesuaikan diri dengan
tuntutan-tuntutan dari situasi khusus .
- Pendapat Abraham Maslow
Manusia memiliki dorongan-dorongan kepribadian yang sehat dan
pada dasarnya semua manusia memilikikecenderungan untuk mengaktualisasikan diri
.
Teori Maslow yang terkenal mengenai kepribadian adalah
mengenai 5 kebutuhan dasar pada manusia , tiap kebutuhan yang rendah telah
terpuaskan maka individu akan mencapai tingkat berikutnya dan berakhir pada
tingkat aktualisasi diri .
Pertama , kebutuhan – kebutuhan fisiologis , adalah
kebutuhan yang jelas terhadap makanan , haus dan seks . Pemuasan akan itu
sangat penting untuk kelangsungan hidup seorang manusia .
Apabila kebutuhan tersebut telah terpenuhi dengan baik , maka
kita didorong oleh kebutuhan kedua rasa aman , kebutuhan ini meliputi
kebutuhan akan jaminan , stabilitas , perlindungan , ketertiban , dan bebas
dari ketakutan dan kecemasan .
Selanjutnya manusia akan didorong untuk memuaskan kebutuhan
selanjutnya yaitu mencintai dan dicintai , setelah itu berhasil , kita
akan membutuhkan perasaan butuh akan penghargaan , baik itu dari orang
lain maupun penghargaan terhadap diri sendiri . Penghargaan dari luar dapat
berupa reputasi , status , popularitas , prestise atau keberhasilan dalam
masyarakat .
Akhirnya , ketika keempat kebutuhan itu terpenuhi , maka
semua manusia akan mencoba mencapai kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri
, dimana ini merupakan tingkatan paling tinggi dan mengunakan seluruh bakat ,
kualitas dan kapasitas yang ada dalam diri kita .
- Pendapat Erich Fromm
From berpendapat bahwa kesehatan psikologi sama berharganya
dengan sebuah kebahagiaan yang pernah kita dapati . Baginya orang – orang yang
sehat memuaskan kebutuhan psikologisnya secara kreatif dan produktif .
5 kebutuhan dari dikotomi kebebasan dan keamanan menurut
Fromm ;
o Hubungan
Cara yang sehat untuk berhubungan dengan dunia ialah melalui cinta
, dengan cinta rasa kebebasan dan keamanan akan terpuaskan .
Disini bukan hanya membicarakan cinta yang erotis melainkan
hubungan cinta yang sering kita lihat antara ibu dengan anak atau cinta kepada
diri sendiri .
o Transdensi
Fromm mengemukakan dalam perbuatan menciptakan anak ,
ide,kesenian atau barang-barang material , manusia sedang mengatasi kodrat
eksistensi yang pasif dan eksidental dan dengan ini akan mencapai perasaan akan
maksud dan kebebasan .
o Berakar
Cara yang ideal , dengan membangun suatu perasaan
persaudaraan sesama umat manusia , suatu perasaan keterlibatan , cinta dan
partisipasi dalam masyarakat .
Perasaan solidaritas akan memuaskan kebutuhan ini
untuk berakar , berkoneksi dan berhubungan dengan dunia .
o Perasaan
identitas
Kebutuhan manusia akan perasaan identitas sebagai individu
yang unik , hal perasaan tentang dia , siapa dan apa adalah sangat penting .
Cara untuk memuaskannya adalah dengan individualitas ,
ini akan mengakibatkan berkembangnya kepribadian mereka dengan mengontrol
kehidupan mereka sendiri .
o Kerangka
orientasi
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran
, yang digunakan orang untuk mengembangkan suatu gambaran yang realistis dan
objektif tentang dunia .
From juga memberikan gambaran mengenai kodrat kepribadian sehat , sebagai berikut :
o Orientasi Produktif , mempunyai konsep yang
sama dengan kepribadian yang matang menurut Allport .
-
Cinta yang produktif ; hubungan manusia yang bebas dan
sederajat dimana partner-partner dapat mempertahankan individualitas mereka .
-
Pikiran yang produktif ; meliputi kecerdasan ,
pertimbangan , dan objektivitas .
-
Kebahagiaan ;
suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan
orientasi produktif , kebahagiaan itu sendiri menyertai seluruh kegiatan
produktif .
-
Suara hati ; dibagi dua , suara hati otoriter yang
merupakan penguasa dari luar yang diinternalisasi juga memimpin tingkah laku
orang tersebut . Sedangkan suara hati humanistis berasal dari diri bukan dari
perantara dari luar
o Orientasi
reseptif , merupakan penerima – penerima yang pasif dalam hubungannya dengan
orang lain .
o Orientasi
eksploitatif , orang yang diatur dari sumber luar , bukan menunggu
menerima tetapi terdorong mengambil
sesuatu dari orang dengan kekerasan dan tipu muslihat .
o Orientasi
penimbunan , orang – orang yang tidak mengharapkan dari luar dan juga tidak
menerima dan mengambil
o Orientasi pemasaran
, kepribadian atau diri hanya dinilai sebagai suatu barang dagangan yang dijual
atau ditukar untuk sebuah keberhasilan , kita dapat melihat fenomena ini dalam
masyarakat kapitalis seperti yang ada di Amerika serikat .
- Hall, Callvin S.(1993).Psikologi Kepribadian 2: Teori-Teori behavioristik.Alih Bahasa: Supratiknya.Yogayakarta:Kanisius
- Hall, Callvin S.(1993).Psikologi Kepribadian 3: Teori-Teori Holistik. Alih Bahasa: Supratiknya.Yogyakarta:Kanisius
Subscribe to:
Posts (Atom)
